“Dream”… mimpi dari Honda

Agustus 17, 2010

Ketika menemukan artikel ini, saya teringat akan komunitas penggemar Honda 70 yang sering menyebut  si Pitung (70 = pitung puluh, bs.jawa).

Honda “Dream” jelas bukan varian Honda yang beredar di Indonesia. Desain rangka, suspensi, knalpot, spakbor dan lain-lain sangat mirip dengan Honda 70 & Honda 90 yang pernah menjadi idola di Indonesia.

Tidak salah memang, Honda “Dream” adalah motor keluaran tahun 1969, sehingga desain dasar chasis sangat mirip dengan Honda yang beredar di Indonesia, apalagi teknologi waktu itu belum secanggih saat ini.

Salah satu kehebatan “Dream” adalah mesin seri C yang di gunakannya. Mesin seri C sanggup bertahan puluhan tahun, dan di Indonesia, kalo tidak salah mesin seri C masih di percaya untuk mendukung performa varian Supra X.

Honda “Dream” menggunakan mesin seri C dua silinder sejajar (bukan V-engine) dengan kapasitas 305 cc dan tentu saja teknologi katup OHC (Over Head Cam)

Walaupun menurut para pengamat motor ini termasuk motor kecil, namun kekuatan mesinnya sanggup membawa pengendara berlari hingga mencapai kecepatan hampir 100 mph (160 km/jam).

Di amerika, konsumen Honda juga dapat mendandani Dream dengan berbagai perlengkapan tambahan, seperti kantong seperti Pak Pos, bagasi, serta kaca lebar didepan pengendara seperti moge-nya pasukan paspampres.

Silahkan nikmati foto kenangan Honda Dream 305 cc tahun 1969 berikut ini

mesin 2 silinder : 305 cc

garpu depan : plat baja

speedometer : 100 mph (160km/jam)

knalpot : blink-blink

serba montok


si kumbang

Agustus 15, 2010

Dalam gambar diatas tampak sebuah VW Beetle yang sedang melaju, anda dapat membaca kalimat yang tertulis pada body mobil. VW tersebut berbahan bakar gas metana yang dihasilkan dari proses daur ulang sampah (limbah). Demikianlah yang saya tangkap dari artikel yang tertulis di popsci.com.

GENeco adalah sebuah instalasi (perusahaan) pengolahan limbah di Bristol, Inggris yang telah berhasil memproduksi gas metana. Produk tersebut dihasilkan dengan cara mengolah limbah dan mereka telah menggunakannya sebagai sumber energi pada lingkungan mereka.

Setidaknya, proyek mereka saat ini talah berjalan cukup efisien, mereka dapat men-suplai gas untuk sekitar 70 rumah tangga di sekitar mereka selama setahun penuh. Gas yang disuplai untuk kebutuhan rumah tangga adalah kelebihan gas yang tidak dapat mereka gunakan sendiri dan mereka tidak mau ada gas yang terbuang percuma.

GENeco juga tertantang untuk dapat memanfaatkan produk gas mereka menjadi sumber energi bagi kendaraan, walaupun harus mengeluarkan biaya mahal, GENeco tetap mengimpor peralatan khusus, untuk menyempurnakan biogas yang mereka hasilkan agar tidak menurunkan kinerja mesin.

Pengolahan limbah menjadi gas metana adalah langkah pertama dari agenda lingkungan GENeco yang ambisius. Perusahaan tersebut mempunyai rencana agar pabrik mereka dapat segera melakukan daur ulang sampah yang berasa dari makanan.

Walaupun tidak ditujukan untuk menggantikan kebutuhan akan minyak bumi, namun jelas upaya yang dilakukan oleh GENeco merupakan langkah yang positif. Jika proyek GENeco berjalan sukses, maka limbah makanan tidak lagi menjadi barang yang tidak bernilai atau setidaknya tidak lagi menimbulkan kekhawatiran terhadap pencemaran lingkungan, karena setelah dikonversi menjadi gas metana dapat di konsumsi sebagai bahan bakar kendaraan.


Honda mugen MRV 1000

Agustus 13, 2010

Sangat jarang orang yang mengenal motor produksi Honda ini, Mugen MRV 1000 bahkan mungkin belum pernah terdengar di telinga para penggemar Honda sekalipun. Tapi itu bukan kesalahan para penggemar, karena pada kenyataanya, motor ini tidak pernah benar-benar muncul dipasaran, bahkan di Jepang sekalipun.

Proyek Mugen yang di mulai pada tahun 1973 adalah inisiatif dari Hirotoshi Honda, putra dari sang maestro Soichiro Honda. Hirotoshi berkeinginan membangun mesin balap berbasis produk Honda, dan terbukti cukup berhasil dalam mendukung penetrasi Honda di pasar internasional.

Mugen MRV 1000, menganut aliran gaya Inggris dengan inspirasi dari salah satu sepeda motor klasik Ingris : Vincent, yang sempat menghebohkan para biker di negeri Lady Di tersebut.

MRV1000 ini merupakan upaya Hirotoshi untuk menciptakan sepeda motor eksklusiv alias produksi terbatas, dengan mesin V-twin berkapasitas 1000cc, katup 4 per silinder dan double karburator. Namun keinginan Hirotoshi untuk membangun sepeda motor “keren” menemui kendala, utamanya adalah biaya produksinya sangat mahal dan prototipe ini adalah satu-satunya dari jenisnya.


Sangat keren bukan!!!!!………..Bagaimana menurut anda?


Dagger GT : 2000 hp

Agustus 13, 2010

Tidak banyak yang bisa di ceritakan dari mobil paling edan dari daratan amerika ini. Sebuah produk sangat eksklusiv dipersembahkan kepada mereka yang mencintai :kecepatan, performa dan tentu saja exclusivitas.

Dagger GT adalah produk buatan tangan (hand-made) para seniman dengan sentuhan yang luar biasa dan setiap mobil akan dibuat dengan sentuhan personal dari sang pemilik.

Ketika membaca artikel ini, saya teringat akan mobil sangar buatan amerika yang telah lebih dulu berkiprah : Supercar Saleen S7. Dan sepertinya Dagger GT memang akan di posisikan sebagai lawan berat dari Saleen S7.

Dagger GT ditawarkan dalam tiga model berbasis sportcars : model mobil sport jalan raya yang garang namun nyaman; mobil sport yang lembut; dan GT-X super mewah. Ketiga model tersebut tetap akan mengikuti  regulasi lalu lintas yang berlaku di 49 negara bagian AS.

Produksi mobil ini sangat terbatas untuk mempertahankan kualitas tinggi yang luar biasa. Setiap Dagger GT tersusun dari komponen balap dengan jaminan 100% dari para pembuatnya. Harga dasar Dagger GT-S atau model sport adalah $ 450.000, belum termasuk tambahan biaya untuk pekerjaan tambahan (custom). Dan menurut sang pembuat, lima unit Dagger akan siap di serahkan kepada pembeli pada pertengahan tahun 2011.

Profil : 2011 TranStar Racing Dagger G

Jenis : Roadster 2-pintu, produksi masal

Harga : $ 450,000 (dasar)

Konfigurasi :   Mesin belakang & penggerak Roda  Belakang

Mesin / kapasitas :   V8 / 9,4 L (9.400 cc)

Daya / Torsi :   2000 bhp / 2000 lb-ft

Max RPM : 7500 rpm

Transmissi (gear box) :    Mendeola 6-Speed Manual

Akselerasi 0-60 mph :    1.6 detik

Berat :  2420 lbs

Jika anda masih penasaran dengan Dagger GT, silakan cermati gambar-gambar berikut, dan jika tetap penasaran………….silahkan cari tahu di : http://www.DaggerGT.com


XR1200X : gaya amerika dengan kelembutan jepang

Agustus 10, 2010

Harley-Davidson merilis sepeda motor baru untuk tahun 2011, XR1200X yang merupakan versi up grade dari Sportster XR1200X.  Sebelumnya, XR1200 adalah Sportster yang dirilis pada tahun 2010 untuk pasar di luar AS, namun dengan upgrade pada beberapa komponen nya, sepeda motor ini akan memenuhi permintaan konsumen domestik mereka sendiri.  Dan XR1200X diproyeksikan sebagai sepeda motor dengan kinerja terbaik.

Kegarangan mesin khas Harley Davidson tidak sirna pada XR1200X, namun kelembutan suspensi mendapat sentuhan special dengan memanfaatkan kinerja suspensi yang dapat diatur (fully adjustable suspension) bikinan Showa pada roda depan dan belakangnya.

Dan untuk menjinakkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin  Evolution V-Twin berkapasitas 1200 CC, Harley Davidson memadukan kinerja suspensi Showa dengan sistim pengereman dari Nissin dengan kaliper 4 piston dan piringan ganda berdiameter 292 mm.

Inilah beberapa fitur baru pada XR1200X

Showa Big Piston Front fork (BPF) yang menghilangkan banyak komponen internal yang umum digunakan dalam suspensi jenis cartridge, sehingga mereduksi bobot suspensi secara keseluruhan. Besarnya diameter piston didalam BPF memungkinkan suspensi melakukan peredaman getaran dengan sangat lembut, sedangkan rebound dan kompresi redaman dapat di atur dengan sekrup adjuster.

Shock absorber Showa pada suspensi belakang dengan piston 36mm dan gas nitrogen sebagai sarana peredam getaran, kompresi redaman juga dapat disesuaikan.

Rem depan Nissin dengan dual rotor 292mm full-floating serta kaliper empat-piston.

Mesin XL Evolution 1200 cc V-Twin, dengan Electronic Sequential Port downdraft Fuel Injection (ESPFI), high-performance camshaft, cylinder head presisi serta oil-cooler berkapasitas besar. Kompresi rasio 10:1 , dengan torsi maksimum 74 ft.lbs pada putaran mesin 4000 rpm.

Knalpot berwarna hitam dengan konvigurasi 2-1-2.

Chassis dirancang memiliki kinerja tinggi terbuat dari pipa baja ringan sedangkan swing-arm dipercayakan kepada aluminium.

Ban rancangan special, Dunlop Qualifier D209 khusus untuk XR1200X.

Pelek aluminium ringan palang tiga (spoke) dengan diameter 18 inci untuk roda depan dan 17 inci pada roda belakang. Secara keseluruhan, pelek berwarna hitam dengan hiasan garis melingkar bewarna jingga.


Cleveland – 1926 : sepeda motor kuno

Agustus 9, 2010

Cleveland turut serta dalam industri sepeda motor pada tahun 1902, mengikuti arus menjamurnya industri tersebut di AS pada awal tahun 1900-an. Sejumlah perusahaan lain juga terjun dalam industri ini, seperti: Columbia, Tribune, Rambler, dan banyak lagi.

Di masa awal produksinya, sepeda motor Cleveland tidak jauh berbeda dengan sepeda motor Indian. Tetapi di kemudian hari mereka mempunyai cirri yang khas, yaitu kombinasi chasis yang panjang tetapi rendah. Saat itu mereka mengandalkan mesin tunggal dua langkah, di lengkapi transmisi dua percepatan.

Tuntutan pasar beralih kepada mesin empat langkah, dan Cleveland mencoba untuk menerima tantangan pasar. Maka ditinggalkanlah mesin dua langkah pada tahun 1926.

Mereka membuat sepeda motor bermesin empat silinder segaris empat langkah berkapasitas 600 cc T-Head engine, dengan katup masuk berada di salah satu sisi silinder dan katup buang disisi yang lain (berseberangan). Transmisi telah mengadopsi tiga percepatan dan berpenggerak rantai, seperti halnya Indian, Ace dan Henderson.

Sayangnya, upaya Cleveland tersebut tidak mendapat sambutan hangat di pasar karena kalah bersaing. Mesin Cleveland yang hanya 600 cc dianggap terlalu kecil, sedangkan produsen yang lain telah memproduksi sepeda motor dengan mesin V dan berkapasitas lebih besar, 750 cc dan akhirnya 1000 cc.

Cleveland terakhir kali memperkenalkan motornya pada tahun 1927, yang merupakan sepeda motor pertama dengan rem depan. Namun setelah itu Cleveland harus menutup pintu pabriknya karena harga motornya terlalu mahal dan tidak sanggup bertahan melawan depresi ekonomi yang terjadi saat itu.


AJS – 1954 : sepeda motor kuno

Agustus 8, 2010

Bukan hal aneh jika sebuah produk diberi nama atau mencantumkan nama sang pembuatnya, begitu juga dengan sepeda motor AJS. Sepeda motor AJS di beri nama dengan singkatan dari sang maestro : Albert John Stevens.

Hingga awal tahun 1900-an, mister Steven dan saudaranya telah membangun mesin yang kemudian dikawinkan dengan chasis buatan perusahaan lain. Sedangkan sepeda motor murni buatan mereka baru muncul pada tahun 1909. Hingga sebelum pecahnya Perang Dunia II, AJS membangun mesin bersilinder tunggal dan V-twin, serta sukses dalam beberapa kejuaraan yang menjadi modal bagi terdongkraknya penjualan produk mereka.


Sampai dengan tahun 1931, AJS merupakan perusahaan dan produsen independen, namun krisis keuangan yang dialaminya memaksa AJS bersekutu dengan Matchless Company dan membentuk Associated Motor Cycles (AMC). Matchless dan AJS bersama-sama membangun sepeda motor dengan merk mereka masing-masing.

Otomatis, produk mereka sama, yang membedakan hanyalah pada logo nama dan hiasan. Sentuhan yang memberi ciri berbeda adalah peggunaan stripping berwarna emas pada AJS dan warna perak pada Matchless, dan celakanya kemiripan kedua sepeda motor ini membuat para penggemarnya mulai kehilangan loyalitas kepada keduanya.


Seri 16M adalah motor pertama keluaran AJS pasca perang, dengan model mirip AJS keluaran 1935. namun telah mengalami banyak perubahan dan perbaikan. Pada tahun 1954, AJS 16M dilengkapi dengan karburator besar serta sistim pengapian baru. Untuk mengakomodasi hal tersebut, maka di buatlah side cover. Dalam era pasca perang, AJS menawarkan sepeda motor bermesin tunggal, dan setelah tahun 1949 mesin tegak V-twin di tanamkan.

AMC tetap membeli Norton yang sedang “sakit”  tahun 1952 tetapi tidak memasukkannya ke dalam program kerja bersama seperti AJS dan Matchless.

Pada tahu 1966, AMC gulung tikar dan Matchless terkubur selamanya, tetapi Norton tetap berkibar dengan bendera Norton / Villiers bahkan masih merilis AJS pada pertengahan tahun 1970-an.