terompet afsel super birisik


Sebuah pertandingan olah raga tanpa di hadiri penonton, bagaikan sayur tanpa garam. Setujukan?

Dalam sebuah pertandingan, kehadiran penonton dapat membangkitkan semangat bagi tim yang di dudukung, seperti AREMA misalnya.  Tetapi dapat juga menjadi bumerang bagi tim yang didukung, seperti yang dialami Persebaya. Kita sudah jamak mendengar sanksi dari komdis PSSI terhadap tim peserta ISL atas tindakan anarkhis dari pendukung kesebelasan..

Penonton pertandingan biasanya akan bersorak, bertepuk tangan, membunyikan berbagai alat musik bahkan kadang membuat tarian atau berpenampilan menarik seperti yang sering kita lihat pada pendukung tim samba: Brazil. Penonton pertandingan paling tenang mungkin hanya terjadi pada pertandingan catur, yang akan bertepuk tangan ketika pertandingan telah usai.

Dalam pertandingan tennis sekelas Wimbledon, penonton akan memberikan applaus ketika salah seorang peserta berhasil mendapatkan point, sedangkan ketika pertandingan masih berlangsung, penonton hanya diam menyimak. Lain lagi dengan gelaran pertandingan bulu tangkis yang di laksanakan di Indonesia. Sepanjang pertandingan, dukungan penonton tidak pernah berhenti dan puncaknya ketika pertandingan telah selesai.

Suara bergemuruh dari penonton kadang menjadi pemicu semangat bagi semua pemain, tidak pandang dari tuan rumah atau dari tamu. Seperti gelaran bulutangkis yang di laksanakan di Indonesia. Pemain dari Negara eropa justru menikmati sorak sorai dan berbagai bebunyian dari penonton kita, bagi mereka hal itu adalah bentuk dukungan bagi mereka juga. Kenapa? Karena ketika pertandingan di hajat di Negara eropa, penonton cenderung bersikap sedang menikmati pertandingan tennis, alias sepi ketika permainan masih berlangsung dan bereaksi ketika bola telah mati. Jadi sorak sorai penonton kita tidak menjadi kendala bagi pemain eropa karena mereka juga menikmati.

Tetapi ketika pertandingan sepakbola, pemain eropa mungkin akan stress melihat tingkah penonton kita yang anarkhis. Jangankan mereka, kita yang nonton TV di rumah aja sebel lihat gaya preman mereka.

Anda tentu pernah melihat pertandingan di Piala Konfederasi yang di hajat di Afsel tahun 2009 kemarin kan? Bagaimana kesan anda terhadap penonton yang hadir di stadion?  Secara umum mereka tertib dan luar biasa banyaknya.

Satu hal yang mengganggu dari aksi penonton Afsel adalah berisiknya suara terompet yang mereka tiup. Bahkan ketika saya menonton pertandingan di TV, suara terompet benar-benar mengganggu, jadi nonton bola sembari kesel.

Para pemain yang ketika itu bertanding merasa sangat terganggu, kecuali mugkin perkecualian bagi pemain tuan rumah. Bahkan Xabi Alonso, gelandang tim Spanyol mengaku sangat terganggu suara terompet, mengganggu komunikasi antar pemain katanya. Penonton bola di Afsel bisa dijadikan senjata untuk menteror lawan-lawan Afsel di seluruh pertandingan nantinya.

Kalau pada hajatan piala dunia nanti tidak ada larangan terompet, anda dapat mendengar sendiri betapa berisik dan tidak nyaman menonton pertandingan-pertandingan yang seharusnya menarik. Suer deh, kalau penonton Afsel masih bertahan dengan terompetnya, jauh lebih nyaman menonton pertandingan yang telah di laksanakan di berbagai  benua sebelumnya.

Afrika Selatan bener-bener berisik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: