dilema peserta F1


Direktur FIA bidang powertrain dan elektronik, Gilles Simon, telah memberikan indikasi kalau F1 dapat kembali menggunakan Kinetic Energy Recovery Systems (KERS). Dia menekankan potensi keuntungan pemakaian KERS. Pengurangan kapasitas mesin berakibat pada turunnya torsi yang di hasilkan, sehingga penambahan perangkat penambah torsi secara elektrik akan membuat perbedaan antar mobil. Apalagi pengembangan dan penggunaan teknologi hibrida telah banyak di gunakan pada kendaraan penumpang.

Menurut regulasi F1 saat ini, KERS sebenarnya sah untuk di gunakan, namun tim peserta balap yang tergabung dalam FOTA telah menyepakati perjanjian untuk tidak menggunakannya tahun ini. Untuk mencegah pelanggaran terhadap kesepakatan ini, tim yang menggunakan KERS harus membayar denda kepada anggota FOTA yang lain.

Menurut saya yang suka melototin siaran F1, penggunaan KERS adalah bentuk kepedulian komunitas F1 terhadap program ramah lingkungan yang sekarang sedang di galakan di seluruh dunia. Dan sebagai mobil yang di ciptakan untuk balapan, teknologi F1 tidak boleh kalah dengan mobil produksi massal. Sebagai contoh, pada gelaran Geneva Motor Show, Porsche meluncurkan konsep supercar yang mereka klaim akan segera masuk ke jalur produksi. Porsche 918 mengandalkan mesin bensin dengan konvigurasi V8 yang mampu menghasilkan daya 500bhp, dikombinasikan dengan motor listrik 218bhp.

Memang untuk urusan memperbesar daya mesin, peserta F1 mungkin dapat menambahkan turbo yang sudah sangat lama di tinggalkan. Tetapi hal ini mungkin akan menuai banyak perdebatan, karena penurunan kapasitas mesin salah satu tujuannya adalah mereduksi kecepatan lari dari mobil F1 itu sendiri demi alasan keamanan sang driver.

Jika opsi pemakaian KERS memang di haramkan oleh FOTA, maka satu-satunya jalan untuk mengoptimalkan output mesin hanyalah dengan meng-upgrade sistim aerodinamika di sekujur bodi mobil. Untuk saat ini, urusan ini dimenangkan oleh McLaren yang sukses dengan F-duct-nya, yang banyak di tiru oleh peserta balap yang lain.

5 Balasan ke dilema peserta F1

  1. darucreepy mengatakan:

    denger denger F1 cuman sandiwara ? bener ga bro?
    main main ke blog saya di http://darucreepy.wordpress.com , komentarnya juga ya di artikelnya…..

  2. Haris Istanto mengatakan:

    Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Wisata kepulau Bali”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan tolong dikomentarin yaaa. Makasiiih.

  3. darucreepy mengatakan:

    @masgiey : saya gatau juga , saya mendapatkan sumber dari komentar di Detikoto

    • masgiey mengatakan:

      kalo sandiwara, berarti sandiwara terpanjang dalam sejarah,
      dan Ferrari adalah aktor utama sepanjang masa…

      mungkin sumber berita anda sedang eror ketika menuliskan sandiwara F1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: