moto GP Jeres


Keberhasilan Jorge Lorenzo mencuri podium pertama dari tangan Dani Pedrosa, membuyarkan impian tim  Honda untuk menduduki posisi terhormat pada gelaran moto GP. Dari dua seri yang telah digelar, Yamaha kokoh menguasai klasemen konstruktor, begitu juga dua ridernya berada pada posisi satu dua dalam klasemen sementara.

Momentum di batalkannya seri moto GP Jepang dua minggu lalu, benar-benar menguntungkan kubu Dani Pedrosa dengan performa motor yang mumpuni selama race berlangsung. Kesialan justru menimpa Rossi yang tertimpa cidera ketika mencoba mengisi waktu luang dengan motor pacuan yang lain. Dua kisah berbeda dengan hasil lomba yang sepadan.

Acungan jempol patut di berikan kepada Jorge Lorenzo yang konsisten menjaga ritme lomba dan menonjok menjelang usainya lomba, persis seperti yang dia tunjukan pada lomba perdana.

Ducati lebih moderat sekarang, dimana tidak hanya Stoner yang bisa menguasai binalnya motor ini. Hayden dalam dua lomba awal musim ini cukup impresif meski belum menggapai podium, sebuah hasil positif dari regulasi pengurangan jumlah mesin dalam satu musim.

Dibandingkan dengan moto 2, jujur saja moto GP kurang bergairah karena lomba berpusat pada Pedrosa, Rossi, Lorenzo dan Stoner, begitu juga dengan tim peserta yang hanya belasan. Sehingga harus ada terobosan baru untuk kembali memeriahkan lomba bergensi ini.

Khusus untuk The Doctor, kecerobohan yang dia lakukan harus menjadi catatan bagi rider yang lain. Memang The Doctor masih mampu meraup point dalam dua lomba perdana musim 2010 ini, tapi cidera yang dialami jelas mempengaruhi jalannya lomba yang bagaikan parade/karnaval.

Kasus yang lain telah lebih dulu muncul, yaitu ketika moto GP masih bertajuk GP 500. Juara dunia andalan tim Lucky Strike Suzuki, Kevin Schwanz harus pensiun akibat kecelakaan di luar lomba GP. Kabarnya ketika itu dia kecelakaan saat sedang bersepeda, dan menimbulkan trauma baginya.

Memang saat ini Rossi masih mungkin meraih juara dunia, tetapi ada baiknya belajar dari kasus pembalap senior diatas. Beruntungnya bagi Rossi maupun Kevin Schwanz, mereka masih dapat menjalani hidup normal. Tetapi jika di paksakan, cedera Rossi saat ini dapat berakibat buruk jika terjadi kecelakaan di lintasan balap, kasus kecelakaan parah telah menimpa jagoan Yamaha era 1990-an, Wayne Renay yang saat ini terpaksa menjalani hidup diatas kursi roda, padahal ketika itu dia mengikuti  lomba dalam keadaan 100 % prima, namun kecelakaan tak dapat di hindarkan.

Bagaimana jika cedera Rossi menghasilkan kecelakaan lagi di lintasan? Jawaban yang pasti adalah: gelaran moto GP menjadi sayur tanpa garam, hambar, tidak menarik. Dan dibutuhkan waktu untuk mengembalikan kemegahan balap motor prototype ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: