kabar dari lintasan

Mei 19, 2010

Webber didenda € 2.200

Juara Grand Prix Monako, Mark Webber, mendapatkan denda sebesar € 2,200 (£ 1,900) atas kecepatan mobilnya yang melebihi 60 km/jam di pit lane sebelum lomba kemarin. Driver dari team Fed Bull Renault tersebut kedapatan menjalankan mobilnya melebihi regulasi, pada jam 1:30 oleh stewards dan dilaporkan ke FIA Race Director Charlie Whiting.

Menurut regulasi, mobil hanya boleh melaju dengan kecepatan 60 km/jam di pit lane dan setiap pelanggaran 1km/jam dikenakan denda sebesar € 200. Pada hari Minggu kemarin, mobil Mark Weber melaju dengan kecepatan 70,9 km/jam sehingga harus membayar denda  € 2,200.

Pirelli dan Michelin: ban favorit

Pertemuan FOTA (Formula One Teams Association) di Monaco akhir pekan ini, tim telah mempersempit pilihan ban untuk musim 2011 dan menyisakan Pirelli dan Michelin yang memegang peluang.

Sebelum pertemuan di Monte Carlo, sejumlah produsen ban menyatakan siap menggantikan posisi Bridgestone sebagai supplier ban tunggal, mereka adalah Pirelli, Michelin, Cooper Avon dan Kumho. Namun demikian, Team Principal Ferrari Stefano Domenicali mengatakan bahwa sekarang hanya ada dua pilihan.

“Belum ada keputusan yang diambil,” jelasnya kepada wartawan. “Saya pikir, dibutuhkan waktu satu minggu lagi dan mungkin dengan akhir pekan depan kami akan menemukan solusi. “Sekarang hanya ada dua kemungkinan, diantara Michelin dan Pirelli. Saya tidak melihat ada pilihan lain”

Ferrari ‘sempurna’

Principal Ferrari Stefano Domenicali memuji kinerja tim-nya dalam lomba di Monte Carlo hari Minggu kemarin. Dengan dua driver finish diurutan 4 dan 6, merupakan kesuksesan Ferrari dalam memaksimalkan peluang yang ada. Apalagi performa Ferrari sendiri kurang menjanjikan di awal musim ini, dengan serentetan kelemahan yang ditunjukan oleh mobilnya.

Bintang tim dari Maranelo pada lomba kemarin tidak lain dan tidak bukan adalah Fernando Alonso yang harus memulai lomba dari pit lane akibat kecelakaan parah pada sesi kualifikasi pada hari Sabtu sebelumnya.

Alonso mengemudi seperti kesetanan, driver dari tim-tim penggembira dilibasnya satu persatu begitu keluar dari terowongan, dan dengan strategi pitstop yang “perfect” akhirnya dia mengakhiri lomba di posisi ke enam.

Kehebatan lain dari kubu Ferrari pada lomba Minggu kemarin adalah sigapnya para crew dan mekanik. Walaupun crew di pit tidak dapat mengembalikan kondisi mobil Alonso hingga sesi kualifikasi usai, namun mereka dapat menyiapkan mobil untuk mengikuti lomba keesokan harinya. Kerja keras dengan hasil yang sepadan.

Takuma Sato dan Indy 500

Mantan pembalap Formula 1 Takuma Sato mengambil bagian dalam lomba Indianapolis 500 tahun ini, yang akan dimulai akhir bulan ini. Penampilan driver team KV Racing, Jepang, nampak sangat happy di Indianapolis Motor Speedway menjelang penampilan pertamanya di track ini.

Walaupun dia mengaku belum sepenuhnya memahami lomba Indy, namun dia bertekad untuk menyelaminya,dan Minggu kemarin dia telah merasakan aspal track Indy selama free practice yang terganggu hujan.


berlian, panel surya dan f-duct

Mei 14, 2010

Setelah pertemuan di Barcelona, tim Formula 1 telah membuat keputusan untuk tidak lagi menggunakan F-duct mulai musim 2011 dan seterusnya.

Fitur aerodinamika radikal ini pertama kali diperkenalkan oleh McLaren, seperti diketahui F-duct memungkinkan mobil melaju lebih kencang di lintasan lurus dengan cara mengatur (mengurangi) hembusan angin yang menimpa sayap belakang sehingga down force menjadi berkurang.

Sebuah kerugian besar buat McLaren karena dengan fitur tidak memerlukan perangkat mekanis ini McLaren lebih unggul dari pada tim peserta yang lain.

Namun masih dalam musim 2010 ini, Ferrari telah mengambil keputusan untuk tidak menggunakan F-duct pada seri Monaco, hal tersebut ditandai dengan telah ditutupnya sebuah lubang disisi kokpit kedua mobilnya.

Ferrari memang menggunakan fitur f-duct pada seri Barcelona kemarin, namun dengan pertimbangan karakter sirkuit jalan raya Monte-Carlo yang sempit, berliku-liku dan lambat yang secara keseluruhan miskin trek lurus maka penggunaan f-duct tidak akan bermanfaat.

Sementara itu, team Renault semakin tajir setelah menjalin kemitraan baru dengan produsen panel surya dari China : Trina Solar.

Perusahaan yang telah berdiri sejak 1997 ini akan memamerkan produknya akhir pekan ini di Monaco, selain itu produk mereka juga akan ditempatkan diarea padock dan hospitality team Renault.

Sensasi kembali ditunjukan tim Mclaren, untuk Grand Prix Monaco nanti kedua roda kemudi mobil mereka akan dihiasi berlian, begitu juga dengan helm yang akan dipakai oleh Lewis Hamilton. Tim yang bermarkas di Woking tersebut menjalin kemitraan dengan Steinmetz.

Berlian dan formula 1 sepertinya tidak ada hubungannya, namun hiasan berlian pada mobil formula 1 juga bukan kali ini saja terjadi. Tercatat Kimi Raikonen juga pernah menggunakan helm yang dihiasi berlian pada tahun 2005, bahkan ujung hidung mobil Jaguar juga pernah di tempeli berlian pada tahun 2004.


investigasi ferrari

Mei 12, 2010

Tim Ferrari merasa perlu melakukan penyelidikan atas performa mobil Filipe Massa yang pada seri Barcelona kemarin tertinggal sangat jauh (41 detik) dari peraih podium dua Fernando Alonso yang juga  menggeber Ferrari F 10.

Kedua driver Ferrari memang mengeluhkan kondisi mobil mereka, bahkan sejak awal Filipe Massa telah mengeluhkan grip mobilnya terhadap lintasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, begitu juga Alonso. Namun Alonso lebih bisa menguasai mobil andalannya dan meraih podium ke dua.

Sedangkan Filipe Massa mengaku kesulitan mengendalikan mobil dan meraih posisi ke enam bukan sesuatu yang nyaman bagi dirinya dan tim keseluruhan. Sebuah pekerjaan besar bagi tim Ferrari untuk segera menemukan penyakit sebelum kualifikasi race berikutnya.

Ferrari harus sudah bisa mengatasi masalah pada grip mobil mereka untu menghadapi seri Monaco yang terkenal sempit dan tidak ada ruang untuk over taking. Sehingga memuncaki pole position merupakan hal yang wajib bagi setiap driver untuk meraih hasil terbaik di sirkuit jalan raya ini.

Tetapi bagi saya pribadi, seri Monaco tidak pernah menarik karena hanya melihat parade mobil canggih dan bukan merupakan sebuah balapan. Dan dalam penilaian saya, seri Monaco adalah balapan yang menempati rangking pertama paling konyol disusul oleh Singapore night race dari seluruh balapan F1 selama ini.


gp monaco yang tidak menarik

Mei 12, 2010

Duo driver Sauber Pedro de la Rosa dan Kamui Kobayashi mengakui bahwa sirkuit jalan raya Grand Prix Monaco cenderung tidak sesuai dengan mobil mereka. Karakter jalanan sempit dan berliku-liku dari sirkuit ini, menuntut konsentrasi penuh semua driver dan mengharuskan mereka menghindari kesalahan sekecil apapun agar bisa sampai di garis finish, itu baru baru menyentuh garis finish belum tentu dapat point.

Bagi sebagian besar driver F1, mungkin telah mengenal lika-liku jalanan Monaco termasuk Pedro de la Rosa yag pernah menyentuh finish line di urutan 10 pada tahun 2002 bersama tim Jaguar. Sedangkan bagi Kobayashi, ini adalah pertama kalinya bagi dia untuk merasakan siksaan Monaco dengan mobil formula 1, walaupun dia pernah juga menyantap lintasan Monaco dalam kelas GP2.

Mungkin lomba di Monaco nanti akan mengalami banyak kekacauan yang timbul dari perbedaan kecepatan mobil peserta F1. Tim-tim anak bawang berpotensi mengacaukan lomba karena begitu lambatnya mobil mereka. Lotus, Virgin, dan Hispania selalu kedodoran dalam trek normal, sudah pasti akan lebih lambat di Monaco terutama Hispania yang di besut driver belum berpengalaman. Saya jadi ingat sebuah kejadian, David Coulthard pernah ngamuk-ngamuk mengacungkan tangan ke udara saat lomba berjalan. Kenapa? Dia yang berada di posisi terdepan dan dapat mencium ekor back marker, tetapi dia tidak dapat mendahului back marker, dongkol bener dia saat itu.

Kondisi demikian salah siapa? Tentu bukan salah tim peserta balapan, tetapi kesalahan ada di promotor lomba ini yang hanya senang menerima duit dari hak penyelenggaraan lomba tetapi menutup mata pada esensi balapan. Seakan-akan penyelenggara balap Monaco membeli balapan F1 dan dijadikan ajang pameran (parade) mobil langka.


sentuhan menjelang GP Catalan

Mei 9, 2010

Mercedes W01 yang turun berlomba dalam balap di Barcelona siang ini, di lengkapi dengan fitur baru yang berhubungna dengan aerodinamika. Air box di belakang helm pembalap posisinya di buat lebih rendah serta dipisahkan dari struktur pelindung vertical crash.

air box baru Mercedes

Pemakaian fitur baru ini dengan sengaja diterapkan untuk meningkatkan aliran udara ke sayap belakang dengan jalan mengurangi elemen-elemen yang menghambat aliran udara di sekitara engine cover. Walaupun begitu, Mercedes tetap mengandalkan tiupan sayap belakang pasif yang bertolak belakang dengan beberapa tim yang mencoba memaksimalkan tiupan angina melalui bentuk sirip hiu di engine cover.

Untuk sementara, fitur baru ini ampuh dalam sesi kualifikasi, namun keandalanya masih perlu di uji dalam lomba yang sebenarnya. Sayasendiri berharap, balapan nanti akan berlangsung seru setelah Schumacher mampu meraih progress yang sangat bagus dibandingkan dengan empat seri sebelumnya. Tetapi aksi over taking mungkin tidak bisa dilakukan dengan mudah karena secara teori, sirkuit Catalunya ini hanya ada satu titik yang memungkinkan untuk overtaking yaitu tikungan pertama setelah trek lurus dari garis start.

Sementara itu, tim anak bawang Lotus, juga telah meng-update sayap depan mereka. Menurut mereka, perubahan tersebut telah membantu driver dalam mengendalikan mobil, emmmmm kita lihat saja nanti, sampai dimana mereka akan menjalani race kali ini.

Kesialan kembali menimpa kubu Ferrari yang harus membayar denda kepada FIA setelah insiden di pitstop yang melibatkan Alonso dan Nico Rosberg. Mobil Alonso hampir menabrak mobil Rosberg setelah Alonso mengganti ban di sesi kualifikasi kemarin. Menurut Alonso, mobil Rosberg tidak terlihat dari kaca spion dan kasus tersebut bukanlah kesengajaan.

Sebelum terlupa, penempatan kaca spion yang tidak boleh lagi berada di side pot, telah menyulitkan pembalap dalam mengawasi kondisi di belakang mereka karena bayangan yang terpampang di kaca spion didominasi oleh body mobil mereka sendiri.

Rasanya masih ada perdebatan lanjutan tentang kaca spion ini.

kaca spion di mobil Renault


logo baru sponsor ferrari

Mei 8, 2010

Ferrari mengubah gambar sponsor yang tergores di penutup mesin kedua mobilnya. Seperti kita tahu “barcode” di bagian penutup mesin Ferrari identik dengan sponsor tim ini: Marlboro. Kita juga tahu Uni Eropa juga melarang iklan rokok di event apapun.

Perubahan gambar sponsor tersebut salah satunya karena keluhan beberapa dokter yang menganggap barcode tersebut nampak seperti beberapa batang rokok yang terbuka bungkusnya.

logo sponsor sebelum seri Barcelona 2010

Memang sejak Uni Eropa memberlakukan larangan iklan rokok, banyak tim formula 1 yang ditinggalkan oleh sponsor potensial. Ketika Uni Eropa belum mengeluarkan kebijakan anti iklan rokok, banyak tim F1 yang didanai oleh perusahaan rokok, diantaranya: Mild-Seven Benneton, BAR (British American Racing), BAR Honda, benson & Hedges Jordan dan tentu saja Ferrari Marlboro. Kalau tidak salah, Mclaren juga pernah di sponsori oleh produsen rokok, namun sampai saat ini yang masih bertahan hanya Ferrari Marlboro.

logo sponsor mulai seri Barcelona 2010

Menurut kabar, perubahan logo sponsor pada Ferrari telah disetujui oleh sang sponsor. Namun muncul pertanyaan di kepala saya, akankah Ferrari tetap di sponsori Marlboro pada musim depan? Pertanyaan wajar menurut saya, karena sponsor pasti tidak mau kalau logonya tidak sesuai atau dipandang tidak mencerminkan jati diri mereka yang berarti tidak sesuai dengan tujuan mereka ber-iklan. Apalagi Marlboro merupakan sponsor utama tim kuda jingkrak.

Jika Marlboro benar-benar kabur dari Ferrari, berarti Ferrari menghadapi petaka besar: sumber dana. Sehingga mau tidak mau FIAT sebagai induk organisasi harus siap mengucurkan dana yang besar sebelum mendapat sponsor yang potensial.


KERS kembali dipakai musim depan?

Mei 6, 2010

Ketika FIA memasukkan Kinetic Energy Recovery System (KERS) ke dalam regulasi pada tahun 2008, beberapa tim sangat antusias pada teknologi ini dan menginvestasikan dolar pada pengembangannya, dan mereka yakin akan mendapatkan keuntungan yang signifikan jika tepat dalam pengaplikasiannya.
Namun ternyata hasil yang di dapat setiap tim berbeda, selama musim kompetisi 2009 Renault dan BMW Sauber terpuruk ketika menggunakan teknologi ini, tetapi sukses justru berada di kubu McLaren sehingga investasi mereka tidak sia-sia.

Selanjutnya, meski FIA tidak melarang penggunaan KERS pada musim kompetisi 2010 ini, namun asosiasi tim peserta balap formula 1 (FOTA) membuat kesepakatan yang mengikat untuk tidak menggunakan KERS, salah alasanya adalah demi penghematan biaya.

Setelah pertemuan di Malaysia kemarin, ternyata banyak tim yang setuju menggunakan KERS. Direktur tehnik Williams mengatakan, Ferrari dan Renault bersedia menyediakan KERS dengan harga terjangkau bagi tim yang membutuhkannya. Kedua tim menawarkan KERS mereka nanti mempunyai harga kurang dari satu juta euro, tetapi keduanya juga hanya sanggup untuk menyediakan KERS yang berkemampuan 400 kilojoule, namun mereka tidak akan mampu menyediakan KERS yang mempunyai kemampuan 600 hingga 800 kilojoule.

Perlu di pahami KERS dengan kemampuan boosting 600 hingga 800 kilo joule, lebih sesuai bagi mobil formula 1. Tetapi bagaimanapun, Renault tetap bersedia untuk menyediakan KERS bagi tim yang membutuhkan tetapi Ferrari baru menyediakan KERS bagi tim pengguna mesin Ferrari yang berminat.

Pertemuan para eksekutif FOTA pada balap di Barcelona akhir minggu ini, diharapkan akan memunculkan kesepakatan mengembalikan KERS di musim 2011 nanti. Bagi Williams F1, hal ini berarti semakin terbuka peluang untuk mendulang prestasi, setidaknya investasi mereka dengan menguasai Williams Hybrid Power akan memberikan hasil positif dimana mereka mungkin akan menggunakan sistim flywheel komposit buatan mereka.